Epiktasis atau perdarahan hidung, sering ditemukan, dan 90% dapat berhenti sendiri. Epistaksis ini sering dikenal dengan istilah “mimisan” dan bukan penyakit, tetapi merupakan gejala dari suatu kelainan atau gangguan.
Banyak faktor yang dapat menyebabkan mimisan. Mimisan paling sering terjadi karena adanya iritasi atau cedera di pembuluh vena kecil pada septum (sekat yang membagi dua sisi lubang hidung). Vena ini dapat pecah (ruptur) secara spontan, atau pecah akibat bersin atau batuk yang meningkakan tekanan darah di dalam vena hidung.
Biasanya, mimisan bukan kondisi yang serius karena dapat berhenti sendiri. Akan tetapi, mimisan dapat merupakan tanda adanya penyakit penyebab yang serius seperti tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, infeksi, tumor pada hidung, jenis kanker tertentu (seperti leukemia), atau penyakit pembuluh darah itu sendiri.
Mimisan yang tidak dapat segera berhenti dapat ditangani dengan menekan area hidung yang mengeluarkan darah. Cara lain dengan kompres dingin kadang dapat membantu. Akan tetapi, jika tindakan sederhana di atas tidak juga berhasil mengendalikan perdarahan, perlu tindakan medis segera. Dokter atau tenaga kesehatan lainnya perlu diberi tahu jika seseorang pernah mengalami perdarahan hidung yang hebat atau berulang.
Rabu, 21 Mei 2008
Selasa, 20 Mei 2008
Akut dan Kronik, Bedanya?
Penggunaan istilah akut dan kronik untuk menggambarkan kondisi suatu penyakit sering kali salah kaprah. Hal ini umum terjadi di kalangan non medis yang tidak mengetahui perbedaan akut dan kronik.
Akut, digunakan untuk menggambarkan suatu kondisi atau penyakit yang terjadi tiba-tiba, dalam waktu singkat, dan biasanya menunjukkan gangguan yang serius. Untuk menggambarkan tingkat nyeri (rasa sakit), istilah akut digunakan untuk menggambarkan rasa sakit yang hebat dan tajam. Demikian juga untuk perdarahan akut, menandakan perdarahan yang terjadi cepat dan tiba-tiba dan biasanya merupakan kondisi yang serius yang memerlukan pertolongan medis segera.
Kronik, istilah yang digunakan untuk menjelaskan suatu kondisi yang terjadi dalam periode lama, berulang, terjadi perlahan-lahan dan makin serius. Berbeda dengan akut, kondisi kronik adalah proses yang terjadi secara perlahan, makin lama makin parah atau menjadi berbahaya. Sebagai contoh, suatu penyakit mungkin ditandai gejala yang ringan sehingga si penderita membiarkan saja tanpa diobati. Seiring dengan waktu, penyakitnya makin parah dan berpotensi membahayakan.
Akut, digunakan untuk menggambarkan suatu kondisi atau penyakit yang terjadi tiba-tiba, dalam waktu singkat, dan biasanya menunjukkan gangguan yang serius. Untuk menggambarkan tingkat nyeri (rasa sakit), istilah akut digunakan untuk menggambarkan rasa sakit yang hebat dan tajam. Demikian juga untuk perdarahan akut, menandakan perdarahan yang terjadi cepat dan tiba-tiba dan biasanya merupakan kondisi yang serius yang memerlukan pertolongan medis segera.
Kronik, istilah yang digunakan untuk menjelaskan suatu kondisi yang terjadi dalam periode lama, berulang, terjadi perlahan-lahan dan makin serius. Berbeda dengan akut, kondisi kronik adalah proses yang terjadi secara perlahan, makin lama makin parah atau menjadi berbahaya. Sebagai contoh, suatu penyakit mungkin ditandai gejala yang ringan sehingga si penderita membiarkan saja tanpa diobati. Seiring dengan waktu, penyakitnya makin parah dan berpotensi membahayakan.
Minggu, 18 Mei 2008
RADIKAL BEBAS
Radikal bebas adalah yang kehilangan satu elektronnya (seharusnya berpasangan) sehingga bermuatan listrik. Untuk menetralkannya, melokul radikal bebas berusaha mengambil satu elektron dari atau mendonasikan elektronnya ke molekul terdekat. Proses ini disebut oksidasi, dan menciptakan radikal bebas baru, yang kemudian akan mencari molekul lain untuk mengambil atau mendonasikan elektron, sehingga terjadi reaksi berantai yang menyebabkan kerusakan beratus-ratus molekul
Sekitar 5% oksigen yang dihirup manusia diubah ke dalam bentuk radikal bebas. Keberadaan radikal bebas tidak selalu membahayakan, karena merupakan hasil dari metabolisme normal yang penting untuk fungsi tubuh, seperti melawan penyakit atau cedera. Ketika tubuh mengalami kerusakan, sistem pertahanan tubuh akan mengirimkan sel-sel imun ke area yang sakit. Sel-sel ini menghasilkan radikal bebas sebagai upaya untuk menghancurkan zat asing atau kuman penyakit.
Seiring dengan perkembangan usia, tubuh terpapar berbagai polutan dari lingkungan seperti asap rokok, sinar matahari, atau asap kendaraan, menyebabkan tubuh penuh dengan radikal bebas. Jumlah radikal bebas yang berlebihan menyebabkan kerusakan karena mengambil komponen penting tubuh, seperti protein, lipid, dan DNA (asam deoksiribronukleat)—molekul pembawa informasi genetik untuk setiap sel hidup. Reaksi ini menyebabkan sel lebih rentan terhadap karsinogen (penyebab kimiawi kanker).
Radikal bebas dapat menyebabkan penyakit jantung dengan mengoksidasi LDL (kolesterol buruk) sehingga berisiko mengalami pengerasan pembuluh darah arteri, yakni kondisi yang berakhir dengan penyakit jantung. Radikal bebas juga dapat menyebabkan katarak, yaitu lensa mata berkabut sehingga menyebabkan kebutaan.
Radikal bebas bertanggung jawab untuk beberapa penyakit seperti artritis, penyakit jantung, dan penyakit Alzheimer. Apabila enzim alami pengontrol gagal, radikal bebas di dalam tubuh menyerang lemak, protein, dan asam nukleat.
Sumber:
"Antioxidant." Microsoft® Student 2008 [DVD]. Redmond, WA: Microsoft Corporation, 2007.
Radical (chemistry). Microsoft® Student 2008 [DVD]. Redmond, WA: Microsoft Corporation, 2007.
Sekitar 5% oksigen yang dihirup manusia diubah ke dalam bentuk radikal bebas. Keberadaan radikal bebas tidak selalu membahayakan, karena merupakan hasil dari metabolisme normal yang penting untuk fungsi tubuh, seperti melawan penyakit atau cedera. Ketika tubuh mengalami kerusakan, sistem pertahanan tubuh akan mengirimkan sel-sel imun ke area yang sakit. Sel-sel ini menghasilkan radikal bebas sebagai upaya untuk menghancurkan zat asing atau kuman penyakit.
Seiring dengan perkembangan usia, tubuh terpapar berbagai polutan dari lingkungan seperti asap rokok, sinar matahari, atau asap kendaraan, menyebabkan tubuh penuh dengan radikal bebas. Jumlah radikal bebas yang berlebihan menyebabkan kerusakan karena mengambil komponen penting tubuh, seperti protein, lipid, dan DNA (asam deoksiribronukleat)—molekul pembawa informasi genetik untuk setiap sel hidup. Reaksi ini menyebabkan sel lebih rentan terhadap karsinogen (penyebab kimiawi kanker).
Radikal bebas dapat menyebabkan penyakit jantung dengan mengoksidasi LDL (kolesterol buruk) sehingga berisiko mengalami pengerasan pembuluh darah arteri, yakni kondisi yang berakhir dengan penyakit jantung. Radikal bebas juga dapat menyebabkan katarak, yaitu lensa mata berkabut sehingga menyebabkan kebutaan.
Radikal bebas bertanggung jawab untuk beberapa penyakit seperti artritis, penyakit jantung, dan penyakit Alzheimer. Apabila enzim alami pengontrol gagal, radikal bebas di dalam tubuh menyerang lemak, protein, dan asam nukleat.
Sumber:
"Antioxidant." Microsoft® Student 2008 [DVD]. Redmond, WA: Microsoft Corporation, 2007.
Radical (chemistry). Microsoft® Student 2008 [DVD]. Redmond, WA: Microsoft Corporation, 2007.
ANTIOKSIDAN
Antioksidan adalah molekul yang dapat menetralkan senyawa berbahaya yang disebut radikal bebas. Radikal bebas adalah molekul yang merusak sel, menguras cadangan makanan, dan mengurai zat seperti karet, bensin, dan .minyak pelumas. Antioksidan dapat berupa enzim dalam tubuh, atau suplemen vitamin. Antioksidan biasanya ditambahkan pada logam, minyak, makanan, dan bahan-bahan lain untuk mencegah kerusakan radikal bebas.Antioksidan menghentukan reaksi pembentukan radikal bebas. Beberapa antioksidan sendiri merupakan radikal bebas, yang mendonasikan elektrin untuk menstabilkan dan menetralisir radikal bebas berbahaya. Antioksidan lain bekerja melawan molekul yang membentuk radikal bebas, menghancurkannya sebelum mulai mendominasi efek yang menyebabkan kerusakan oksidatif.
Antioksidan bekerja mengendalikan kadar radikal bebas sebelum menjadi perusak oksidatif pada tubuh. Sebagai contoh, enzim-enzim tubuh tertentu, seperti dismutasi superoksidasi, bekerja dengan zat kimia lain untuk mengubah radikal bebas menjadi molekul tidak berbahaya. Berdasarkan penelitian memperlihatkan bahwa diet makanan tinggi antioksidan dapat menurunkan risiko kanker dan penyakit jantung. Penelitian lebih lanjut tentang manfaat antioksidan untuk kesehatan masih dilakukan.
Vitamin C atau dikenal juga dengan asam askorbat, diketahui mengandung antioksidan yang dapat mencegah katarak dan kanker di lambung, tenggorokan, dan pankreas. Vitamin c juga mencegah oksidasi kolesterol LDL, menurunkan risiko penyakit jantung. Makanan kaya vitamin C antara lain strawberi, brokoli, dan jeruk.
Beta karoten yang banyak ditemukan di wortel mengabsorpsi molekul target dalam membran sel. Penelitian memperkirakan, selain menurunkan risiko katarak, kanker, dan serangan jantung, beta karotem juga dapat menurunkan risiko stroke. Beta karoten alami dapat ditemukan di jeruk, buah-buah berwarna dan sayuran hijau. Sumber bate karoten yang lain adalah kentang manis, bayam, dan wortel. Sekitar 5 .
Vitamin E juga merupakan antioksidan yang dapat mencegah penyakit jantung dan katarak serta memperkuat sistem imun. Sumber vitamin E yang baik adalah minyak biji gandum dan biji bunga matahari.
"Antioxidant." Microsoft® Student 2008 [DVD]. Redmond, WA: Microsoft Corporation, 2007.
Jumat, 16 Mei 2008
Abortus alias keguguran
Abortus atau lebih dikenal dengan istilah keguguran adalah pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar rahim. Janin belum mampu hidup di luar rahim, jika beratnya kurang dari 500 g, atau usia kehamilan kurang dari 20 minggu karena pada saat ini proses plasentasi belum selesai. Pada bulan pertama kehamilan yang mengalami abortus, hampir selalu didahului dengan matinya janin dalam rahim.
Keguguran atau abortus disebabkan oleh banyak faktor, antara lain:
- Kelainan sel telur ibu, biasanya terjadi di awal kehamilan.
- Kelainan anatomi organ reproduksi ibu, misalnya mengalami kelainan atau gangguan pada rahim.
- Gangguan sirkulasi plasenta akibat ibu menderita suatu penyakit, atau kelainan pembentukan plasenta.
- Ibu menderita penyakit berat seperti infeksi yang disertai demam tinggi, penyakit jantung atau paru yang kronik, keracunan, mengalami kekurangan vitamin berat, dll.
- Antagonis Rhesus ibu yang merusak darah janin.
Ada beberapa jenis abortus atau keguguran, yaitu:
Abortus Iminens
Ditandai dengan perdarahan pada usia kehamilan kurang dari 20 minggu, ibu mungkin mengalami mulas atau tidak sama sekali. Pada abortus jenis ini, hasil konsepsi atau janin masih berada di dalam, dan tidak disertai pembukaan (dilatasi serviks)
Abortus Insipiens
Terjadi perdarahan pada usia kehamilan kurang dari 20 minggu dan disertai mulas yang sering dan kuat. Pada abortus jenis ini terjadi pembukaan atau dilatasi serviks tetapi hasil konsepsi masih di dalam rahim.
Abortus Inkomplet
Terjadi pengeluaran sebagian hasil konsepsi pada usia kehamilan kurang dari 20 minggu, sementara sebagian masih berada di dalam rahim. Terjadi dilatasi serviks atau pembukaan, jaringan janin dapat diraba dalam rongga uterus atau sudah menonjol dari os uteri eksternum. Perdarahan tidak akan berhenti sebelum sisa hasil konsepsi dikeluarkan, sehingga harus dikuret.
Abortus komplet
Pada abortus jenis ini, semua hasil konsepsi dikeluarkan sehingga rahim kosong. Biasanya terjadi pada awal kehamilan saat plasenta belum terbentuk. Perdarahan mungkin sedikit dan os uteri menutup dan rahim mengecil. Pada wanita yang mengalami abortus ini, umumnya tidak dilakukan tindakan apa-apa, kecuali jika datang ke rumah sakit masih mengalami perdarahan dan masih ada sisa jaringan yang tertinggal, harus dikeluarkan dengan cara dikuret.
Abortus Servikalis
Pengeluaran hasil konsepsi terhalang oleh os uteri eksternum yang tidak membuka, sehingga mengumpul di dalam kanalis servikalis (rongga serviks) dan uterus membesar, berbentuk bundar, dan dindingnya menipis.
Keguguran atau abortus disebabkan oleh banyak faktor, antara lain:
- Kelainan sel telur ibu, biasanya terjadi di awal kehamilan.
- Kelainan anatomi organ reproduksi ibu, misalnya mengalami kelainan atau gangguan pada rahim.
- Gangguan sirkulasi plasenta akibat ibu menderita suatu penyakit, atau kelainan pembentukan plasenta.
- Ibu menderita penyakit berat seperti infeksi yang disertai demam tinggi, penyakit jantung atau paru yang kronik, keracunan, mengalami kekurangan vitamin berat, dll.
- Antagonis Rhesus ibu yang merusak darah janin.
Ada beberapa jenis abortus atau keguguran, yaitu:
Abortus Iminens
Ditandai dengan perdarahan pada usia kehamilan kurang dari 20 minggu, ibu mungkin mengalami mulas atau tidak sama sekali. Pada abortus jenis ini, hasil konsepsi atau janin masih berada di dalam, dan tidak disertai pembukaan (dilatasi serviks)
Abortus Insipiens
Terjadi perdarahan pada usia kehamilan kurang dari 20 minggu dan disertai mulas yang sering dan kuat. Pada abortus jenis ini terjadi pembukaan atau dilatasi serviks tetapi hasil konsepsi masih di dalam rahim.
Abortus Inkomplet
Terjadi pengeluaran sebagian hasil konsepsi pada usia kehamilan kurang dari 20 minggu, sementara sebagian masih berada di dalam rahim. Terjadi dilatasi serviks atau pembukaan, jaringan janin dapat diraba dalam rongga uterus atau sudah menonjol dari os uteri eksternum. Perdarahan tidak akan berhenti sebelum sisa hasil konsepsi dikeluarkan, sehingga harus dikuret.
Abortus komplet
Pada abortus jenis ini, semua hasil konsepsi dikeluarkan sehingga rahim kosong. Biasanya terjadi pada awal kehamilan saat plasenta belum terbentuk. Perdarahan mungkin sedikit dan os uteri menutup dan rahim mengecil. Pada wanita yang mengalami abortus ini, umumnya tidak dilakukan tindakan apa-apa, kecuali jika datang ke rumah sakit masih mengalami perdarahan dan masih ada sisa jaringan yang tertinggal, harus dikeluarkan dengan cara dikuret.
Abortus Servikalis
Pengeluaran hasil konsepsi terhalang oleh os uteri eksternum yang tidak membuka, sehingga mengumpul di dalam kanalis servikalis (rongga serviks) dan uterus membesar, berbentuk bundar, dan dindingnya menipis.
Langganan:
Postingan (Atom)
