Gangren adalah kematian bagian jaringan tubuh. Gangren biasanya disebabkan oleh suplai darah tidak adekuat, tetapi kadang kala disebabkan oleh cedera langsung (gangren traumatik) atau infeksi (gas gangren – lihat di bawah). Suplai darah yang buruk dapat disebabkan oleh:
• Penekanan pada pembuluh darah (misalnya, turniket, balutan yang terlalu ketat, dan pembengkakan ekstremitas);
• Obstruksi di dalam pembuluh darah yang sehat (misalnya, emboli arteri, kerusakan jaringan akibat suhu rendah, jika kapiler menjadi tersumbat);
• Spasme dinding pembuluh darah (misalnya toksisitas ergot);
• Trombosis yang disebabkan oleh penyakit dinding pembuluh darah (misalnya, arteriosklerosis pada arteri, flebitis pada vena).
Gangren kering terjadi jika aliran darah dari area yang terkena menjadi hitam dan emasiasi. Gangren lembap terjadi jika aliran vena tidak adekuat sehingga jaringan mengalami pembengkakan akibat cairan.
GAS GANGREN
Gas gangren merupakan infeksi kulit serius yang disebabkan oleh organisme anaerob genus Clostridium, terutama C. perfringens (welchii), satu mikroba tanah yang sering kali terdapat di usus manusia dan binatang.
Kamis, 28 Agustus 2008
Senin, 07 Juli 2008
Vertigo
Vertigo adalah perasaan seperti bergerak (merasa di sekitarnya bergerak atau dirinya yan bergerak) dan biasanya disertai rasa tidak stabil dan hilang keseimbangan. Vertigo disebabkan adanya gangguan pada saraf vestibularis yang terletak di telinga.
DIURETIK
Diuretik merupakan zat yang meningkatkan produksi urine oleh ginjal (misalnya, kafein dalam teh, kopi, “kola”, dan minuman lain).
OBAT DIURETIK
INHIBITOR KARBONIK ANHIDRASE
Inhibitor karbonik anhidrase adalah obat yang digunakan untuk menurunkan tekanan intraokular pada glaukoma dengan membatasi produksi humor aqueus, bukan sebagai diuretik (misalnya, asetazolamid). Obat ini bekerja pada tubulus proksimal (nefron) dengan mencegah reabsorpsi bikarbonat (hidrogen karbonat), natrium, kalium, dan air – semua zat ini meningkatkan produksi urine.
DIURETIK LOOP
Diuretik loop bekerja dengan mencegah reabsorpsi natrium, klorida, dan kalium pada segmen tebal ujung asenden ansa Henle (nefron) melalui inhibisi pembawa klorida. Obat ini termasuk furosemid serta bumetanid, dan digunakan untuk pengobatan hipertensi, edema, serta oliguria yang disebabkan oleh gagal ginjal. Pengobatan bersamaan dengan kalium diperlukan selama menggunakan obat ini.
DIURESIS OSMOTIK
Diuresis osmotik merupakan zat yang secara farmakologis lembam, seperti manitol (satu gula). Diuresis osmotik diberikan secara intravena untuk menurunkan edema serebri atau peningkatan tekanan intraoukular pada glaukoma serta menimbulkan diuresis setelah overdosis obat. Diuresis terjadi melalui “tarikan” osmotik akibat gula yang lembam (yang difiltrasi oleh ginjal, tetapi tidak direabsorpsi) saat ekskresi gula tersebut terjadi.
DIURETIK YANG MEMPERTAHANKAN KALIUM
Diuretik yang mempertahankan kalium menyebabkan diuresis tanpa kehilangan kalium dalam urine. Obat ini termasuk spironolakton, yang merupakan antagonis aldosteron dan bersaing dengan reseptor tubularnya yang terletak di nefron sehingga mengakibatkan retensi kalium dan peningkatan ekskresi air serta natrium. Obat ini juga meningkatkan kerja tiazid dan diuretik loop. Diuretik yang mempertahankan kalium lainnya termasuk amilorida, yang bekerja pada duktus pengumpul untuk menurunkan reabsorpsi natrium dan ekskresi kalium dengan memblok saluran natrium, tempat aldosteron bekerja. Diuretik ini digunakan bersamaan dengan diuretik yang menyebabkan kehilangan kalium serta untuk pengobatan edema pada sirosis hepatis.
DIURETIK TIAZID
Diuretik tiazid, seperti bendroflumetiazid, bekerja pada bagian awal tubulus distal (nefron). Obat ini menurunkan reabsorpsi natrium dan klorida, yang meningkatkan ekskresi air, natrium, dan klorida. Selain itu, kalium hilang dan kalsium ditahan. Obat ini digunakan dalam pengobatan hipertensi, gagal jantung ringan, edema, dan pada diabetes insipidus nefrogenik.
OBAT DIURETIK
INHIBITOR KARBONIK ANHIDRASE
Inhibitor karbonik anhidrase adalah obat yang digunakan untuk menurunkan tekanan intraokular pada glaukoma dengan membatasi produksi humor aqueus, bukan sebagai diuretik (misalnya, asetazolamid). Obat ini bekerja pada tubulus proksimal (nefron) dengan mencegah reabsorpsi bikarbonat (hidrogen karbonat), natrium, kalium, dan air – semua zat ini meningkatkan produksi urine.
DIURETIK LOOP
Diuretik loop bekerja dengan mencegah reabsorpsi natrium, klorida, dan kalium pada segmen tebal ujung asenden ansa Henle (nefron) melalui inhibisi pembawa klorida. Obat ini termasuk furosemid serta bumetanid, dan digunakan untuk pengobatan hipertensi, edema, serta oliguria yang disebabkan oleh gagal ginjal. Pengobatan bersamaan dengan kalium diperlukan selama menggunakan obat ini.
DIURESIS OSMOTIK
Diuresis osmotik merupakan zat yang secara farmakologis lembam, seperti manitol (satu gula). Diuresis osmotik diberikan secara intravena untuk menurunkan edema serebri atau peningkatan tekanan intraoukular pada glaukoma serta menimbulkan diuresis setelah overdosis obat. Diuresis terjadi melalui “tarikan” osmotik akibat gula yang lembam (yang difiltrasi oleh ginjal, tetapi tidak direabsorpsi) saat ekskresi gula tersebut terjadi.
DIURETIK YANG MEMPERTAHANKAN KALIUM
Diuretik yang mempertahankan kalium menyebabkan diuresis tanpa kehilangan kalium dalam urine. Obat ini termasuk spironolakton, yang merupakan antagonis aldosteron dan bersaing dengan reseptor tubularnya yang terletak di nefron sehingga mengakibatkan retensi kalium dan peningkatan ekskresi air serta natrium. Obat ini juga meningkatkan kerja tiazid dan diuretik loop. Diuretik yang mempertahankan kalium lainnya termasuk amilorida, yang bekerja pada duktus pengumpul untuk menurunkan reabsorpsi natrium dan ekskresi kalium dengan memblok saluran natrium, tempat aldosteron bekerja. Diuretik ini digunakan bersamaan dengan diuretik yang menyebabkan kehilangan kalium serta untuk pengobatan edema pada sirosis hepatis.
DIURETIK TIAZID
Diuretik tiazid, seperti bendroflumetiazid, bekerja pada bagian awal tubulus distal (nefron). Obat ini menurunkan reabsorpsi natrium dan klorida, yang meningkatkan ekskresi air, natrium, dan klorida. Selain itu, kalium hilang dan kalsium ditahan. Obat ini digunakan dalam pengobatan hipertensi, gagal jantung ringan, edema, dan pada diabetes insipidus nefrogenik.
Senin, 30 Juni 2008
PEMBULUH DARAH KOLATERAL
Pembuluh darah kolateral adalah arteri kecil yang menghubungkan dua arteri yang lebih besar atau segmen yang berbeda dari arteri yang sama. Dalam kondisi normal, arteri kolateral ini membawa sangat sedikit aliran darah. Ketika arteri yang lebih besar secara bertahap tersumbat, tekanan bergantung pada sisi proksimal oklusi (sumbatan). Akibatnya, aliran dialihkan melalui pembuluh darah kolateral, yang membesar dan berdilatasi sepanjang waktu. Darah kemudian dimungkinkan untuk mengalir di sekitar area penyumbatan melalui jalur alternatif ini.
Kamis, 26 Juni 2008
ANEMIA
Anemia adalah penurunan kuantitas atau kualitas sel darah merah (SDM) dalam sirkulasi. Anemia dapat disebabkan oleh gangguan pembentukan sel darah merah, peningkatan kehilangan sel darah merah akibat perdarahan kronik atau mendadak, atau lisis (penghancuran) sel darah merah yang berlebihan.
Anemia Akibat Penurunan Kualitas SDM
Anemia yang terjadi akibat gangguan kualitas pembentukan sel darah merah (SDM) terjadi apabila sel darah merah berukuran terlalu kecil (mikrositik) atau terlalu besar (makrositik). Anemia yang berkaitan dengan kualitas sel darah merah juga muncul apabila terjadi gangguan pembentukan hemoglobin. Hal ini akan menyebabkan konsentrasi hemoglobin sangat tinggi (hiperkromik) atau sangat rendah (hipokromik).
Anemia Akibat Lisis atau Perdarahan Mendadak
Anemia akibat lisis atau perdarahan mendadak berkaitan dengan penurunan jumlah total sel sel darah merah dalam sirkulasi. Masa hidup sel darah merah yang normal sekitar 120 hari. Destruksi atau penghancuran sel darah merah yang terjadi sebelum 100 hari adalah kondisi yang tidak normal.
Anemia Akibat Penurunan Kualitas SDM
Anemia yang terjadi akibat gangguan kualitas pembentukan sel darah merah (SDM) terjadi apabila sel darah merah berukuran terlalu kecil (mikrositik) atau terlalu besar (makrositik). Anemia yang berkaitan dengan kualitas sel darah merah juga muncul apabila terjadi gangguan pembentukan hemoglobin. Hal ini akan menyebabkan konsentrasi hemoglobin sangat tinggi (hiperkromik) atau sangat rendah (hipokromik).
Anemia Akibat Lisis atau Perdarahan Mendadak
Anemia akibat lisis atau perdarahan mendadak berkaitan dengan penurunan jumlah total sel sel darah merah dalam sirkulasi. Masa hidup sel darah merah yang normal sekitar 120 hari. Destruksi atau penghancuran sel darah merah yang terjadi sebelum 100 hari adalah kondisi yang tidak normal.
Senin, 23 Juni 2008
Leukositosis
Leukositosis adalah keadaan dengan jumlah sel darah putih dalam darah meningkat, melebihi nilai normal. Leukosit merupakan istilah lain untuk sel darah putih, dan biasanya tertera dalam formulir hasil pemeriksaan laboratorium atas permintaan dokter. Peningkatan jumlah sel darah putih ini menandakan ada proses infeksi di dalam tubuh. Nilai normal leukosit adalah kurang dari 10.000/cu mm.
Rabu, 11 Juni 2008
AGNOSIA
Agnosia adalah kegagalan mengenali suatu objek karena ketidakmampuan mengartikan stimulus sensorik yang datang. Agnosia dapat bersifat visual, auditorius, taktil, atau berkaitan dengan rasa/pengecapan atau bau. Agnosia terjadi akibat kerusakan di area sensorik primer atau asosiatif tertentu di korteks serebri
Langganan:
Postingan (Atom)
